Eztetic Art

Tawasul 'Ali Bin Abi Thalib

Sunday, May 20, 2018

Saturday, November 18, 2017

Nilai Plus sebuah karya seni

Kadang ada-ada saja kisah dibali dealnya sebuah transaksi bisnis antara pelaku seni dan customer, produk seni yang harusnya dinilai dari segi artistiknya, kini (mungkin sudah lama juga sih...😂) bertambah point plusnya ketika barang pesanan customer itu berupa lukisan yang berkaitan dengan sebuah moment yg dianggap penting atau mungkin unik oleh seorang customer, sehingga bisa saja mereka berpersepsi dan bermaksud bahwa dengan memesan lukisan selain mengharap ada sentuhan nilai seni juga bisa mengabadikan moment unik dan berkesan.

Hal ini sering saya alami ketika ada seorang customer yang order lukisan bukan/tidak menitik beratkan kepada nilai artistiknya, tapi lebih ke moment yang menurut mereka berkesan.

Sebagaimana yang baru-baru ini saya alami, seorang customer Ibu Ririh Handayani memesan lukisan karena menurut beliau ada satu moment yang ingin diabadikan.
Hal itu terbukti ketika saya tanya, "ini lukisannya mau close up apa full body bu..?"
Beliau menjawab : "full body aja pak, biar keliatan kalo anakku pakai sarung..."
😂😂😂

Tidak mengherankan memang, mungkin sebagian kita juga pernah merasakan itu, terutama kita yang pernah punya anak balita, dimana anak balita begitu terkesan menggemaskan dengan segala tingkah lakunya, apalagi ketika kelucuan itu dibalut dengan nilai plus seperti ketika memakai baju adat, pakaian ibadah atau apapun yang berbau hal yang sebenarnya mereka masih terlalu polos untuk mengenakannya tapi dilakukan pada saat itu.

Ternyata bukan bukan bagaimana menikmati rokok saja yang, mengalami pergeseran, penilaian terhadap sebuah karya senipun sama.

Kadang pelukis membakar rokoknya sambil melakukan tarian kuasnya/ pensilnya diatas media baik kanvas, kertas, dinding atau yang lainnya, bukan semata-mata karena mereka ingin menikmati rokok itu sendiri, terbukti beberapa pelukis lebih memilih rokok yang nggak populis, seperti rokok kretek yang harganya sangat terjangkau, padahal mereka bisa-bisa saja membeli rokok yang brandednya ternama dan harganya bikin mata melotot, tapi hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka merokok hanya agar bisa lebih rileks dan inspirasi imajinatifnya terus mengalir....

Whatever,.....
Tetap semangart bagi rekan-rekan perupa...
Dan, salam santun...

Eztetic Art

Monday, November 13, 2017

Balada hilangnya pensil Lukis 8B

Aktivitas seharian yang cukup padat lumayan membuat badan agak penat, dari rutinitas kerja full time, picking up spanram sampe kegiatan lainnya. Malam ini dengan sisa cape' yang masih berasa, saya tetap mencoba menggoreskan pensil meneruskan WIP hari kemaren yang belum kelar.

Ditemani segelas kopi hitam dan sebunhkus rokok, apalagi cuaca dingin begini...hmmm tambah berasa mantapnya, sesaat kutengok tempat pencil disudut meja...
Koq kaya ada yang kurang...?
Ternyata satu pensilku lenyap, maklum gallery yang masih acak adul, kalo dirumah lagi gak ada orang sudah pasti banyak kurcaci yg menyulap galleryku menjadi taman bermain, alhasil beberapa senjatapun kadang berpindah tempat tak tentu arah.

Pensil 8B-ku absen dari deretan pensil-pensil yang lainnya, namun begitu tak menyurutkan niatku untuk memanfaatkan waktu diantara seruputan kopi dan hisapan asap black marlboroku, goresan demi goresan kutera-kan diatas kertas,....

Setelah sekian waktu berlalu...mata udah mulai sayu...progress koq kayaknya nggak maksimal...??
Hmmmm....
Blackness level 8 memang tetap harus ada

For note

Pensil H dan B
H = Hardness
B = Blackness

Alhasil.... hanya bisa sedikit gondok plus kecewa...
Yang jelas...
"Berasa ada yang kurang"

Sunday, November 12, 2017

Rekomendasi Cat untuk Mural
Antara Mowilex dan Vinilex




Sedikit info bagi para seniman yang menggeluti dunia mural (terutama yang masih pemula) kalo yang udah kawakan mah nggak perlu-perlu banget info ini...๐Ÿ˜

Beberpa waktu yang lalu, kira-kira sebulan yang lalu saya pernah kehabisan cat untuk pengerjaan mural, biasanya saya + team menggunakan cat mowilex, tapi karena pada saat itu habis dan waktu pengerjaan agak deadline saya mencoba berburu cat mowilex walhasil tidak kunjung mendapatkannya, karena tidak semua Toko bahan bangunan menyediakan cat jenis tersebut.

Dengan setengah putus asa saya tetap mencoba hunting, dari mulai toko terdekat sampai toko yang standard supermarket bahan bangunan, dan alhamdulillahnya "tetep nggak dapet juga" ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Tapi saya tidak patah arang, ditengah ke-ling-lungan pikiran, sedikit terselip ide, mungkin nggak ada salahnya mencoba merk lain, aku mencoba menyisir semua etalase dan pandanganku (entah kebetulan atau memang jodoh) jatuh pada dua kata yang tertera di sebuah kaleng cat "Vinilex product Nippon Paint"

Tak lama kemudian saya minta tolong kepada penjaga toko untuk sedikit mempresentasikan beberapa kelebihan dan keunikan cat itu, setelah itu saya putuskan untuk mencobanya dengan membeli beberapa kaleng yang ukuran 1kg (namanya mencoba nggak boleh banyak-banyak kan?) Apalagi sampe over dosis...๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Setelah sampai rumah begitu saya buka ternyata....
Wow....
Dengan harga yang lebih miring ternyata ada cat yang bisa dimanfaatkan, hanya saja secara kualitas belum bisa dipaparkan, karena belum ada uji kelayakan baik dr faktor cuaca atau yang lainnya, meskipun secara hasil tetep bagus dan terkesan nge-jrรจng.

So....
Karena saya sudah mencoba...saya berani merekomendasikannya...
Selamat mencoba dan tetap semangaaart....

Saturday, November 11, 2017

Kegagalan bisnis, bagaimana menyiasatinya?? (Filosofi air diatas daun talas)

Coretan penghibur hati

Menyiasati sebuah kekecewaan dari bisnis yg kita kelola memang bukan sesuatu hal yang mudah, apalagi kalo bisnis yg kita geluti adalah sebuah bisnis yg bersifat indence job (by order) yg notabene kita sebagai marketing tapi disisi lain kita juga berperan sebagai operator produksi.

Dimana ketika kita dapat satu job yang sebelumnya sudah ada deal-deal yg terkompromikan antara kita dan customer, mungkin hal sedemikian pernah dan bahkan sering kita alami, dan terutama lagi ketika kita menggeluti sebuah bisnis online dimana masyurnya sebuah bisnis online adalah belum tentu bertemunya antara pelaku bisnis dan customer.

Dari beberapa kejadian kekecewaan/ kegagalan yg pernah saya alami, disini saya akan berbagi sedikit tips sederhana, yg mungkin bisa mengurangi resiko kerugian materi atau setidaknya kekecewaan secara immateri

1. Perjanjian DP (Down Payment)
DP (Down Payment) atau yg familar kita sebut sebagai uang muka (uang yg dibayarkan sebelum progress pengerjaan sebuah bisnis --- bukan uang yg diberikan pas dimuka/wajah tentunya 😁😁 )
Kenapa DP...?
Iya karena DP itu bisa sedikit memberikan ruang dan nafas lega terhadap kondisi permodalan, dengan adanya DP setidaknya bisa membantu pengadaan modal secara materi yang apabila diawal pengerjaan benar - benar tidak ada modal.
Dan seyogyanya kita memberikan estimasi besaran DP itu sesuai dengan harga bahan - bahan yg nantinya akan kita butuhkan dalam sebuah proses yg bernama penyelesaian proyek/job.

2. Ada Uang ada Barang
Tips kedua ini memang cenderung lebih ekstrim/ sakleg atau bisa disebut pure bisnis, tapi jelas untuk faktor resiko akan lebih bisa diminimalisir, hal ini bukan berarti kita hanya berorientasi terhadap uang semata, meskipun yg namanya bisnis tetep saja uang/keuntungan yg dicari, tetapi kadang sebagai orang yg memegang budaya ketimuran yg masih kental, kita akan selalu tergerak untuk memberikan service excellent bahkan mengenai biaya baik budget maupun nilai tukar sebuah hasil pengerjaan, apalagi bila si pemesan adalah teman dekat atau setidaknya orang yang kita kenal.

Hal-hal seperti ini akan sering terjadi pada bisnis yg bersifat produksi (barang seni atau kerajinan yg diproduksi sendiri) dan bukan suatu barang yg hanya bersifat pengadaan barang (yang keberadaannya diproduksi oleh pihak ketiga)

3. Aspek filosofi
Selain kedua tips diatas ada sebuah tips yg tidak kalah pentingnya yaitu aspek filosofi
Mungkin ada benarnya sebuah pepatah yang mengatakan "Kegagalan adalah sukses yang tertunda"
Apa yang kita rasakan ketika sebuah kegagalan transaksi (atau setidaknya pending job) ??
Perasaan kecewa sudah pasti ada, tapi sebagai seorang interpreuner tidak boleh cepat berpatah arang, meski semua modal sudah kita belanjakan untuk beberapa bahan dan ternyata ada pending project, tidak sepantasnya kita berlarut dalam satu kekecewaan yg tidak banyak ada gunanya, Sebagaimana "air diatas daun talas" yg tidak tau arah kemana harus melangkah....

Tetap bangun semangat, cari kesibukan yg berhubungan dengan talenta kita agar kita bisa menemukan trik-trik percepatan sebuah proses produksi yg terkait usaha kita, mungkin akan sangat berguna, setidaknya ketika kita sudah bisa mensiasati pekerjaan dengan banyak latihan diwaktu-waktu kosong saat pending project, kedepannya kita lebih bisa menghargai waktu dengan beberapa kefasihan kita dalam mengerjakan sebuah pekerjaan, jadi apabila saat ini kita bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan waktu 1 atau 2 hari, dengan adanya latihan-latihan sebagai pengisi kekosongan job, diharapkan kedepannya kita bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan, its about quality time

Apakah anda merasa artikel ini nyambung....??
Saya rasa tidak...😂😂😂

Apapun itu keep spirit....

Friday, November 10, 2017

Info Bingkai, Frame, Pigura seputar Tangerang, Serpong dan Sekitarnya

Info Bingkai, Frame atau Pigura area Tangsel dan sekitarnya

Setelah kemaren pada hari Kamis, 09 November 2017, saya muter-muter hunting tukang pigura/frame/bingkai dan ketemu di seputar Benda bilangan Tangerang Selatan, akhirnya hari ini tepat di Hari Pahlawan, Jumat 10 November 2017 saya kembali lagi untuk mengambil sebuah pesanan spanram, yang kemaren sempat saya pesen sebelumnya.




Dunia Frame yang beralamat di jalan Siliwangi no.11 Kang Anton begitu akrab disapa
Memang tempatnya tak begitu luas alias minimalis, tetapi dengan gayanya yg murah senyum dan welcome for every customer itu serasa bikin nyaman dan betah berlama-lama baik utk cari-cari informasi seputar masalah frame dll.

Selain itu Dunia Frame yang dikelola oleh Kang Anton juga menawarkan harga yang sangat terjangkau. Jadi bukan masalah seberapa VIP tempat dan suasananya, cukuplah keakraban itu menjadi sebuah rekomendasi yang patut untuk dipertimbangkan.

Finally....
Selamat berhunting frame untuk seniman perupa atau siapapun yang membutuhkan, wabilkhusus bagi warga seputaran TangSel atau Serpong








Mbah utine mbok wedok

Lihat Tweet @EzteticArt: https://twitter.com/EzteticArt/status/928590195544510464?s=09