Coretan penghibur hati
Menyiasati sebuah kekecewaan dari bisnis yg kita kelola memang bukan sesuatu hal yang mudah, apalagi kalo bisnis yg kita geluti adalah sebuah bisnis yg bersifat indence job (by order) yg notabene kita sebagai marketing tapi disisi lain kita juga berperan sebagai operator produksi.
Dimana ketika kita dapat satu job yang sebelumnya sudah ada deal-deal yg terkompromikan antara kita dan customer, mungkin hal sedemikian pernah dan bahkan sering kita alami, dan terutama lagi ketika kita menggeluti sebuah bisnis online dimana masyurnya sebuah bisnis online adalah belum tentu bertemunya antara pelaku bisnis dan customer.
Dari beberapa kejadian kekecewaan/ kegagalan yg pernah saya alami, disini saya akan berbagi sedikit tips sederhana, yg mungkin bisa mengurangi resiko kerugian materi atau setidaknya kekecewaan secara immateri
1. Perjanjian DP (Down Payment)
DP (Down Payment) atau yg familar kita sebut sebagai uang muka (uang yg dibayarkan sebelum progress pengerjaan sebuah bisnis --- bukan uang yg diberikan pas dimuka/wajah tentunya 😁😁 )
Kenapa DP...?
Iya karena DP itu bisa sedikit memberikan ruang dan nafas lega terhadap kondisi permodalan, dengan adanya DP setidaknya bisa membantu pengadaan modal secara materi yang apabila diawal pengerjaan benar - benar tidak ada modal.
Dan seyogyanya kita memberikan estimasi besaran DP itu sesuai dengan harga bahan - bahan yg nantinya akan kita butuhkan dalam sebuah proses yg bernama penyelesaian proyek/job.
2. Ada Uang ada Barang
Tips kedua ini memang cenderung lebih ekstrim/ sakleg atau bisa disebut pure bisnis, tapi jelas untuk faktor resiko akan lebih bisa diminimalisir, hal ini bukan berarti kita hanya berorientasi terhadap uang semata, meskipun yg namanya bisnis tetep saja uang/keuntungan yg dicari, tetapi kadang sebagai orang yg memegang budaya ketimuran yg masih kental, kita akan selalu tergerak untuk memberikan service excellent bahkan mengenai biaya baik budget maupun nilai tukar sebuah hasil pengerjaan, apalagi bila si pemesan adalah teman dekat atau setidaknya orang yang kita kenal.
Hal-hal seperti ini akan sering terjadi pada bisnis yg bersifat produksi (barang seni atau kerajinan yg diproduksi sendiri) dan bukan suatu barang yg hanya bersifat pengadaan barang (yang keberadaannya diproduksi oleh pihak ketiga)
3. Aspek filosofi
Selain kedua tips diatas ada sebuah tips yg tidak kalah pentingnya yaitu aspek filosofi
Mungkin ada benarnya sebuah pepatah yang mengatakan "Kegagalan adalah sukses yang tertunda"
Apa yang kita rasakan ketika sebuah kegagalan transaksi (atau setidaknya pending job) ??
Perasaan kecewa sudah pasti ada, tapi sebagai seorang interpreuner tidak boleh cepat berpatah arang, meski semua modal sudah kita belanjakan untuk beberapa bahan dan ternyata ada pending project, tidak sepantasnya kita berlarut dalam satu kekecewaan yg tidak banyak ada gunanya, Sebagaimana "air diatas daun talas" yg tidak tau arah kemana harus melangkah....
Tetap bangun semangat, cari kesibukan yg berhubungan dengan talenta kita agar kita bisa menemukan trik-trik percepatan sebuah proses produksi yg terkait usaha kita, mungkin akan sangat berguna, setidaknya ketika kita sudah bisa mensiasati pekerjaan dengan banyak latihan diwaktu-waktu kosong saat pending project, kedepannya kita lebih bisa menghargai waktu dengan beberapa kefasihan kita dalam mengerjakan sebuah pekerjaan, jadi apabila saat ini kita bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan waktu 1 atau 2 hari, dengan adanya latihan-latihan sebagai pengisi kekosongan job, diharapkan kedepannya kita bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan, its about quality time
Apakah anda merasa artikel ini nyambung....??
Saya rasa tidak...😂😂😂
Apapun itu keep spirit....
Eztetic Art
Tawasul 'Ali Bin Abi Thalib
Saturday, November 11, 2017
Kegagalan bisnis, bagaimana menyiasatinya?? (Filosofi air diatas daun talas)
Labels:
menghapus kekecewaan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment